Senin, September 06, 2010 | By: kinkuiinn

tugas praswil

1.2 Latar belakang sejarah Infrastruktur
Perkembangan infrastruktur di beberapa bagian negara dunia sangat erat hubungannya dengan sejarah perkembangan negara di dalamnya. Di amerika serikat, pola perkembangan infrastruktur mencerminkan bentuk lain dari pembangunan nasional, seperti munculnya bangsa, aperang sipil, revolusi industry,mobilisasi, perang dunia II, suburbanisasi, dll. Di kota-kota besar eropa terlihat bentuk infrastruktur nya yang mencerminkan pada masa sejarah dan kesulitan semasa perang. Tidak banyak yang dapat merasakan keuntungan dari infrastruktur yang berkualitas, yang lainnya tetap mempertahankan fasilitas yang ada di zaman colonial.
Tahap pembangunan infrastruktur di amerika serikat meliputi, pengembangan jaringan sosial , (1790-1855), pembangunan infrastruktur di pusat kota ( 1855- 1910 ), mobilisasi dan perluasan peran federal ( 1910-1955), danberkembangnya pinggiran kota dan tren terbaru ( 1955-1982)
Sejarah membantu kita untuk memahami urutan kejadian sebagai pengaruh dari kekuatan sejarah , infrastruktur tidak selalu menjadi prioritas utama nasional.
Pada periode awal infrasturktur pada abad 18, Amerika Serikat hanya sebagai negara yang belum berkembang. Pada revolusi Amerika, ada beberapa pusat perkotaan, bagian barat belum terjamah, dan bagian selatan masih berupa pedesaan. Pembangunan infrastruktur belum ada, namun kemudian semakin berkembang.
Awal abad ke 19 ada perkembangan pesat di amerika serikat, infrastruktur mulai dikembangkan oleh pemerintah dan pihak swasta. Pembangunan ekonomi sebagai penyokong infrastruktur. Di perkotaan masih belum ada suatu badan yang menangani masalah sosial, kebutuhan dipenuhi secara ad hoc. Kota-kota mulai mengembangkan fasilitas sosial, dan enggan untuk menanggung utang demi menjalankan pelayanan mereka.
Pembangunan infrastruktur jalan mulai berkembang jelas pada abad ke 19. Yang pada mulanya hanya menggunakan batu, kemudian berkembang menggunakan aspal beton.
System pemasokan air bersih mulai dikembangkan pada abad ke 19 demi melindungi kesehatan masyarakat di kota-kota besar. Ada perpaduan system antara pemerintah dan swasta, tapi pada akhirnya menjadi milik publik. Hari ini mereka mengembalikan beberapa perusahaan air milik swasta untuk mengsubsidi layanan sosial dari segala bidang.
Sistem pembuangan air dimulai dengan adanya sistem persediaan air rumah tangga yang membuat suatu jamban dan cawan dengan beban yang melebihi kapasitas. Saluran air di beberapa kota menyediakan suatu temuan berupa wc yang sistem pembuangannya teratur. Penemuan pipa leding dapat diterima masyarakat sejak dapat mengatasi masalah bau.
Revolusi industri membawa banyak masalah dan peluang bagi sistem infrastruktur. Teknologi pemerintah yang baru seperti listrik, tanaman uap, mobil, dan produksi massa mengubah masyarakat dan tidak hanya menciptakan permintaan tetapi keharusan bagi sistem infrastruktur untuk menemukan kebutuhan sehari-hari. Mobil mengubah bentuk kota dan jalan. Perubahan tersebut terutama mobil merupakan dasar bagi permintaan sistem infrastruktur. Di Amerika, peningkatan standard kehidupan mencatat permintaan infrastruktur. Adanya lajang dan rumah tangga setelah perang dunia II meningkat secara signifikan dalam memenuhi kebutuhan air, energi, dan transportasi.
Organisasi manajemen untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur dan manajemen. Dengan meningkatnya pembangunan di daerah sub-urban, hal itu menyebabkan meningkatnya jumlah daerah-daerah tujuan dan perkembangan terjadi di akhir 1960an. Di awal pembangunan kota-kota tidak terdapat kader profesional dalam bidang teknis dan manajer dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur. Keputusan dibuat oleh dewan pemerintah. Kebutuhan teknisi luar negeri dihentikan dan profesi teknisi di Amerika meningkat. Teknik sipil berperan penuh dalam administrasi dan manajemen teknis sistem infrastruktur. Namun, kebutuhan masyarakat mengenai infrastruktur khusus menekan manajemen agensi pekerjaan umum. Perkembangan Kota Praja Masyarakat Amerika (ASMI) dibentuk tahun 1984. Pembagian ini memastikan ASMI untuk fokus pada masalah teknis daripada melebarkan pertanyaan manajemen. Inisiatif untuk membentuk asosiasi standard spesifik aspal yang bergabung dengan ASMI pada tahun 1913. ASMI berganti nama menjadi Teknisi Kota Praja Masyarakat Amerika (AME) pada tahun 1930.
Organisasi lain, Asosiasi Internasional pegawai jalan dan kebersihan beroperasi dengan AME lalu berubah nama menjadi Asosiasi internasional Pegawai Pekerjaan umum (IAPWO). Organisasi ini bekerjasama dengan Asosiasi Manajemen Kota Internasional (ICMA) untuk membangun sistem manajemen keuangan dan administrasi kota. Mereka menghasilkan teks Manajemen pekerjaan Umum Kota Praja di pertengahan tahun 1930-an. Pada tahun 1935, AME dan LAPWO membentuk sekretariat bersama dan meminta Donald C. stone menjadi direktur eksekutifnya. Di tahun yang sama, dua organisasi bergabung dan menghasilkan asosiasi pekerjaan umum Amerika.
Tekanan baru bagi pembangunan infrastruktur terutama dengan bentuk ekonomi selanjutnya yaitu masyarakat informasi post-industri. Ini mengakibatkan perubahan drastis bagi permintaan dan manajemen infrastruktur. Deplesi sumberdaya mengakibatkan kenaikan harga pada beberapa material konstruksi pembuatan jalan seperti asbes. Bencana nuklir di Uni Soviet memberi perhatian terhadap ketergantungan semua masyarakat terhadap infrastruktur. Akhirnya perdagangan bebas antara transportasi dan komunikasi bergerak ke arah akan berdampak drastis terhadap manajemen infrastruktur secara alami. Tekanan – tekanan baru ini akan berdampak secara drastis terhadap permintaan manajemen pada akhir abad ini. Menemukan tekanan-tekanan ini adalah pokok permasalahan yang kita ubah sekarang.

Pertanyaan
- Amerika serikat merupakan salah satu negara yang perkembangan infrastrukturnya cukup pesat. Namun dalam proses perkembangan tersebut, ada beberapa tahap, salah satunya adalah
a. Pembangunan infrastruktur di pusat kota
b. Pengembangan pedesaan
c. Perbaikan kualitas pendidikan
d. Perbaikan dan pengembangan pertanian
e. Pengembangan sarana transportasi.
Jawaban a.

- Apa yang dilakukan Amerika dalam mengatasi tekanan pembangunan infrastruktur?
a. Menggunakan teknik luar negri
b. Memperbaiki kebijakan ekonomi
c. Memnbentuk asosiasi yang mengatur administrasi dan manajemen system infrastruktur
d. Mengalihkan bahan baku pembangunan jalan ke bahan baku alternative
e. Melakukan kerjasama bilateral mengenai perkembangan infrastruktur
Jawaban c
Minggu, September 05, 2010 | By: kinkuiinn

palangkaraya kota cantik

Palangkaraya dan Ibukota Pemerintahan

Palangkaraya baru dibentuk setelah Indonesia merdeka. Pada tahun 1959, kota Palangkaraya masih berbentuk hutan dengan banyak pepohonan besar. Pada tahun tersebut juga, tempat dan kedudukan Pemerintahan Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangkaraya.

Pada juli 2005 kota Palangkaraya mulai mengalami perkembangan hingga saat ini. Bertambahnya jumlah ruang publik juga semakin meramaikan kota dengan luas sekitar 2678,51 km². Pembangunan sangat terasa dengan dibangunnya plasa perbelanjaan yang terletak di sekitar bundaran besar, yang kemudian disusul oleh pembangunan ruko-ruko di sepanjang ruas jalan Tjilik Riwut, yang berlokasi di pusat kota.

Palangkaraya merupakan kota trimuka yang teridiri dari hutan, perkotaan, dan pedesaan. Sebagai ibukota profinsi Kalimantan Tengah, Palangkaraya masih sering sekali mengalami hambatan dalam pengembangannya, terlebih dalam masalah prasarana, luas wilayah nya, jenis lahan, dominasi tata guna lahan, dan persebaran penduduk yang tidak merata. Di Kota tersebut, masih banyak sungai yang memisahkan wilayah satu dengan yang lain, sehingga dibutuhkan pembangunan jembatan dengan struktur pondasi yang kuat, karena arus air sungainya deras. Kebakaran hutan yang sering terjadi di Kalimantan juga disebabkan jenis tanahnya yang merupakan jenis tanah gambut yang mudah terbakar. Selain itu, sistem drainase di kota Palangkaraya belum memiliki master plan drainase, sehingga saat hujan banyak turun, sering terjadi banjir.

Saat ini juga telah direncanakan bahwa pusat pemerintahan akan dipindahkan ke Palangkaraya dengan alas an bahwa Jakarta sudah terlalu ramai, dan kemungkinan akan macet total, sehingga diperlukan adanya perpindahan pusat pemerintahan. Sebenarnya hal ini juga telah direncanakan sejak dulu oleh Presiden Soekarno. Ia mengatakan bahwa kota Palangkaraya memiliki kemiripan dengan Piazza del Popolo di Roma, mal di Washington DC, dan master plan kota Berlin. Ditinjau dari letak geografisnya, kota Palangkaraya cukup unik karena terletak di tengah-tengah Indonesia.

Kota Palangkaraya masih memiliki kesempatan yang banyak untuk lebih dikembangkan lagi, karena letaknya yang jauh dari daerah patahan sehingga aman dari bencana gempa, tidak ada gunung berapi, bebas dari pengaruh kolonial, wilayahnya luas, jumlah penduduk belum terlalu banyak, sehingga akan mudah dalam penataan kota. Kota Palangkaraya sangat memungkinkan menjadi pusat pemerintahan karena akan bebas dari resiko yang cukup besar. Namun, masalahnya, pemindahan tersebut akan membutukan biaya yang sangat besar. Perbaikan sarana dan prasarana transportasi, penambahan fasilitas umum, pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusianya sangat dibutuhkan. Palangkaraya juga memiliki beberapa potensi wisata, sehingga pariwisatanya dapat dikembangkan seperti Danau Tahai, Arboretum Nyaru Menteng ( sebagai hutan konservasi), taman wisata Kumkum, taman sabaru, dll. Masih banyak potensi di daerah Kalimantan yang dapat digali. Jadi kenapa tidak pusat pemerintahan dialihkan ke Palangkaraya? Masyarakat kota Palangkaraya sangat senang dan mendukung hal ini.

Sumber : http://www.wattpad.com/78998-lahirnya-kota-palangkaraya